Ikan Untuk Perbaikan Kualitas Anak Indonesia
Kamis, 27 Desember, 2001 oleh: hanny
Ikan Untuk Perbaikan Kualitas Anak Indonesia
Gizi.net - Krisis ekonomi berkelanjutan berdampak buruk bagi pengembangan sumber daya bangsa Indonesia. Unicef 1999 menyebutkan, tingkat inflasi di Indonesia mencapai 80 persen, pengangguran nyata 17 juta orang, dan tingkat kemiskinan 174 juta orang. Semua ini berdampak pada kekurangan pangan, yang menurunkan kualitas kesehatan dan status gizi masyarakat.
Hingga saat ini masalah gizi utama di Indonesia ada empat, yaitu kurang energi protein (KEP), anemia gizi besi, kekurangan yodium dan kurang vitamin A. KEP merupakan masalah gizi yang paling banyak terjadi, terbukti dengan ditemukannya anak balita (usia 1-5 tahun) penderita KEP berat (marasmus dan kwashiorkor).
Kwashiorkor disebabkan oleh kekurangan protein dan diderita bayi usia enam bulan dan anak balita. Sedang penyebab marasmus adalah kekurangan kalori dan energi atau gejala kekurangan pangan secara keseluruhan (kelaparan).
KEP ditemukan pada 35,4 persen anak balita (sekitar 8,5 juta jiwa) tahun 1995, dan meningkat menjadi 39,8 persen tahun 1998. Data Unicef tahun 1999 menunjukkan, 10-12 juta (50-69,7 persen) anak balita Indonesia (empat juta diantaranya di bawah satu tahun) berstatus gizi sangat buruk dan mengakibatkan kematian.
Masa balita adalah the point of no return . Perkembangan otak tidak bisa diperbaiki bila mereka kekurangan gizi pada masa ini. Pertumbuhan fisik dan intelektualitas anak akan terganggu. Hal ini menyebabkan mereka menjadi generasi yang hilang, dan negara kehilangan sumber daya manusia yang berkualitas.
Degradasi kualitas
Situasi rawan gizi pada anak balita dan usia sekolah tidak boleh dipandang sebelah mata, karena menimbulkan akibat lanjutan yang kompleks dan berujung pada degradasi kualitas sumber daya. Hal itu karena pertama, masalah gizi yang parah pada usia muda akan menghambat laju tumbuh kembang keadaan fisik anak. KEP berkelanjutan membuat anak menderita marasmus-kwashiorkor. Kekurangan yodium dalam jangka panjang dapat menimbulkan gondok endemik, bahkan mengakibatkan kretinisme atau cebol.
Anemia zat gizi besi berkepanjangan menghambat pertumbuhan fisik, meningkatkan risiko penyakit infeksi, bahkan menghambat aktivitas kognitif dan daya tahan fisik. Akibat buruk lainnya adalah kekurangan gizi akan meningkatkan jumlah anak dengan tinggi badan terhambat, 10 cm lebih pendek dibandingkan anak sehat berusia sama.
Kedua, masalah gizi menghambat perkembangan kecerdasan. Kasus malnutrisi akan menyebabkan Indonesia kehilangan lebih dari 200 juta angka potensi IQ/tahun (30 persen dari peluang produktivitas).
Ketiga, penyakit degeneratif pada usia muda—yang bukan disebabkan oleh faktor genetika—dapat timbul akibat masalah gizi. Pada penderita gizi buruk, struktur sel-sel tubuh tidak tumbuh sempurna. Misalnya jumlah pertumbuhan sel otak tidak maksimum, terjadinya jantung koroner, serta rusaknya pankreas yang mengakibatkan insulin tidak berfungsi optimal sehingga anak menderita diabetes.
Keempat, malnutrisi berkelanjutan meningkatkan angka kematian anak. Setiap tahun diperkirakan tujuh persen anak balita Indonesia (sekitar 300.000 jiwa) meninggal. Ini berarti setiap dua menit terjadi kematian satu anak balita dan 170.000 anak (60 persen) di antaranya akibat gizi buruk.
Kasus gizi buruk pada anak-anak Indonesia harus pula dilihat dari perspektif keadilan dan hak azasi manusia (HAM). Ini dapat dirujuk pada UUD 1945, UU No 4/1979 tentang Kesejahteraan Anak, Konvensi Hak Anak (telah diratifikasi dengan Keppres No 36/1990, serta UU No 7/1996 tentang Pangan.
Negara memiliki tiga kewajiban untuk memenuhi hak atas kecukupan pangan warga, yaitu menghormati, melindungi dan memenuhi segala kebutuhannya. Jadi penanggulangan gizi buruk melalui pengadaan dan ketersediaan pangan berkelanjutan merupakan tanggung jawab negara. Timbulnya kasus malnutrisi pada anak dapat dikatakan sebagai pengabaian anak oleh negara ataupun perlakuan salah pada anak oleh negara. Pada tingkat terjadinya maslah gizi yang parah, dapat dikatakan negara telah melakukan sikap kekerasan, mengarah pada terjadinya pelanggaran hak asasi masyarakat oleh negara.
Langkah preventif
Beberapa langkah preventif dalam menanggulangi masalah gizi dapat dilakukan pemerintah. Perama, menjamin ketersediaan pangan asal darat dan laut di seluruh negeri. Ketersediaan pangan masih menjadi masalah besar negeri ini. Tahun 1998, Indonesia telah menjadi negara pengimpor beras terbesar dunia dengan mengimpor 5,8 juta ton beras (48 persen) produksi beras dunia. Karena itu program diversifikasi pangan perlu dioptimalkan kembali, untuk mengurangi ketergantungan pada beras.
Gerakan makan ikan mendesak dibudayakan lagi, terutama untuk memenuhi kecukupan gizi anak balita, Ikan, dengan kandungan protein berkisar antara 20-35 persen, berpotensi tinggi menjadi sumber protein utama dalam konsumsi pangan karena kelengkapan komposisi kandungan asam amino esensial serta mutu daya cernanya yang setara dengan telur.
Kandungan asam-asam amino esensial yang lengkap dan tingginya kandungan asam lemak tak jenuh omega 3 (DHA, docosahexaenoic acid, C20 H30O2) yang kurang dimiliki oleh produk daratan (hewani dan nabati), merupakan keunggulan produk kelautan. Budaya makan ikan yang tinggi dalam masyarakat Jepang telah membuktikan terjadinya peningkatan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak-anak negara itu.
Adanya kenyataan bahwa Indonesia sebagai negara maritim (luas laut 5,8 juta km2), menjanjikan potensi pembangunan ekonomi yang luar biasa. Kekayaan laut Indonesia, ternyata baru sekitar 58,5 persen dari potensi lestari ikan laut (6,18 juta ton per tahun) yang dimanfaatkan saat ini, sehingga optimalisasi pemanfataan sumber daya kelautan masih jauh dari harapan.
Tingkat konsumsi ikan per kapita di Indonesia tahun 1997 adalah 18kg/kapita/tahun dan diharapkan menjadi 21,8 kg/kapita/tahun pada tahun 2003. Rendahnya tingkat konsumsi ikan per kapita per tahun ini menunjukkan masih rendahnya budaya makan ikan dibandingkan negara-negara lain seperti Jepang (110 kg), Korea Selatan (85 kg), Amerika Serikat (80 kg), Singapura (80 kg), Hongkong (85 kg), Malaysia (45 kg), Thailand (35 kg), Philipina (24 kg). Penyebabnya adalah rendahnya tingkat pengetahuan gizi ikan, ketrampilan mengolah hasil perikanan, selain terbatasnya teknologi penangkapan ikan nelayan.
Kedua, meningkatkan daya beli masyarakat. Secara umum masyarakat Indonesia telah mampu mengonsumsi makanan yang secara kuantitatif mencukupi. Namun, dari segi kualitatif, masih banyak yang belum mampu mencukupi kebutuhan gizi minimumnya.
Ketiga, meningkatkan mutu pendidikan gizi dan kesehatan dalam masyarakat. Hal ini dirasakan penting karena walaupun langkah pertama dan kedua berhasil dicapai, bila tidak disertai dengan peningkatan pengetahuan gizi dan kesehatan masyarakat, timbulnya kasus balita gizi buruk tetap berpeluang terjadi. Hal ini terbukti dengan adanya 30 persen kasus gizi buruk di Indonesia akibat rendahnya pengetahuan masyarakat tentang gizi dan kesehatan.
Disadari atau tidak, hilangnya suatu generasi telah terjadi di negeri ini. Maka apabila kondisi ini tidak segera diatasi, generasi mendatang akan menjadi generasi yang berkualitas inferior dibandingkan negara-negara lain. Berdasarkan indeks sumber daya manusia (Human Development Index/HDI) dari UNDP, di tahun 2000 ini peringkat SDM Indonesia berada diurutan 109 dari 174 negara, terendah di antara negara-negara Asia.
Peringkat Indonesia di tahun 2000 itu menunjukkan penurunan bila dibandingkan dengan tahun 1998, saat itu SDM Indonesia menduduki peringkat 96. Sementara Filipina, Thailand, Malaysia, Brunei, dan Singapura masing-masing berada pada peringkat 77, 67, 56, 25 dan 22 pada tahun 200 itu. Ini artinya Indonesia menjadi bangsa paling terpuruk di ASEAN saat memasuki AFTA 2003. Pengabaian segala upaya pengentasan masalah gizi buruk, akan menghancurkan masalah bangsa.
Dr Ir Mita Wahyuni MS, staf pengajar jurusan Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
Sumber : Kompas, Minggu, 23 Desember 2001
Senin, 30 Maret 2009
Kamis, 30 Oktober 2008
Sering Lupa?? Konsumsi Banyak Ikan
Sering Lupa? Konsumsi Banyak Ikan
Sering terserang ‘penyakit’ lupa? Mungkin anda kurang mengkonsumsi ikan. Berdasarkan penelitian, apabila seseorang ingin mengurangi tanda-tanda atau gejala-gejala penuaan maka dia cukup mengkonsumsi ikan lebih banyak lagi dalam pola makan sehari-hari mereka.
Dan semakin banyak ikan yang kita makan semakin besar pula dampak positip yang diberikan bagi kesehatan terutama bagi daya kerja otak kita atau daya kognitif.
Hasil penelitien memperlihatkan kaum lanjut usia baik laki-laki ataupun perempuan yang sering mengkonsumsi ikan memiliki daya ingat, konsepsi visual, ketrampilan motorik, orientasi perhatian dan kemahiran berbahasa yang lebih baik.
Sebanyak enam uji test kognitif dilaksanakan memperlihatkan hasil yang jauh lebih baik pada mereka usia lansia mengkonsumsi lebih banyak ikan disbanding mereka yang tidak,” kata Dr A. David Smith dari Universitas Oxford, Inggris.
Selanjutnya ia juga menambahkan dampaknya akan terlihat jelas saat dimana dalam kondisi konsumsi ikan meningkat melewati ambang batas sekitar 80 gr /hari
Smith dan rekan-rekannya meneliti kemampuan kognitif yang berkaitan dengan asupan ikan dan makanan asak laut lainnya setiap harinya yang melibatkan 2.031 wanita dan pria dengan kisaran usia 70 hingga 74 yang diambil dari populasi rakyat umum di Norwegia Barat.
Dari Jumlah 1.951 orang orang yang ikut dalam penelitian tersebut didapatkan semakin sering seseorang menerima asupan ikan dan aneka makanan asal laut yang kandungan lemaknya sedikit dalam menu makanan utama mereka sehari-hari maka mereka mampu melakukan sedikitnya enam tes kognitif dengan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsinya.
Lansia yang mengkonsumsi roti isi ikan sedikitnya tiga kali dalam seminggu memperoleh hasil yang jauh lebih baik sedikitnya untuk satu test kognitif
Para peneliti mengatakan pentingnya melakukan penelitian lanjut menentukan keuntungan kognitif yang diakibatkan asupan ikan dari jenis tertentu selanjutnya kita juga perlu meneliti lebih lanjut komposisi kandungan yang terdapat dalam ikan-ikan tersebut,”kata Smith.
Karena kami menemukan ikan berlemak sama baiknya dengan ikan tanpa lemak, jadi kemungkinan asam lemak Omega-3 lah yang mengandung kemampuan kognitif
Sering terserang ‘penyakit’ lupa? Mungkin anda kurang mengkonsumsi ikan. Berdasarkan penelitian, apabila seseorang ingin mengurangi tanda-tanda atau gejala-gejala penuaan maka dia cukup mengkonsumsi ikan lebih banyak lagi dalam pola makan sehari-hari mereka.
Dan semakin banyak ikan yang kita makan semakin besar pula dampak positip yang diberikan bagi kesehatan terutama bagi daya kerja otak kita atau daya kognitif.
Hasil penelitien memperlihatkan kaum lanjut usia baik laki-laki ataupun perempuan yang sering mengkonsumsi ikan memiliki daya ingat, konsepsi visual, ketrampilan motorik, orientasi perhatian dan kemahiran berbahasa yang lebih baik.
Sebanyak enam uji test kognitif dilaksanakan memperlihatkan hasil yang jauh lebih baik pada mereka usia lansia mengkonsumsi lebih banyak ikan disbanding mereka yang tidak,” kata Dr A. David Smith dari Universitas Oxford, Inggris.
Selanjutnya ia juga menambahkan dampaknya akan terlihat jelas saat dimana dalam kondisi konsumsi ikan meningkat melewati ambang batas sekitar 80 gr /hari
Smith dan rekan-rekannya meneliti kemampuan kognitif yang berkaitan dengan asupan ikan dan makanan asak laut lainnya setiap harinya yang melibatkan 2.031 wanita dan pria dengan kisaran usia 70 hingga 74 yang diambil dari populasi rakyat umum di Norwegia Barat.
Dari Jumlah 1.951 orang orang yang ikut dalam penelitian tersebut didapatkan semakin sering seseorang menerima asupan ikan dan aneka makanan asal laut yang kandungan lemaknya sedikit dalam menu makanan utama mereka sehari-hari maka mereka mampu melakukan sedikitnya enam tes kognitif dengan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsinya.
Lansia yang mengkonsumsi roti isi ikan sedikitnya tiga kali dalam seminggu memperoleh hasil yang jauh lebih baik sedikitnya untuk satu test kognitif
Para peneliti mengatakan pentingnya melakukan penelitian lanjut menentukan keuntungan kognitif yang diakibatkan asupan ikan dari jenis tertentu selanjutnya kita juga perlu meneliti lebih lanjut komposisi kandungan yang terdapat dalam ikan-ikan tersebut,”kata Smith.
Karena kami menemukan ikan berlemak sama baiknya dengan ikan tanpa lemak, jadi kemungkinan asam lemak Omega-3 lah yang mengandung kemampuan kognitif
Pentingnya Konsumsi Ikan Selama Hamil
Pentingnya Konsumsi Ikan Selama Hamil
Untuk membangun otak anak-anak yang cerdas bisa dimulai sejak sang anak dalam kandungan. Para peneliti dari Harvard Medical School of Public Health memberikan saran agar para wanita hamil mengkonsumsi ikan sebanyak-banyak terutama ikan yang mengandung omega-3 fatty acids selama hamil.
Mengkonsumsi ikan sardines merupakan salah satu yang disarankan, karena selain mengandung Omega-3 fatty acids yang tinggi, ikan sardines juga memiliki kandungan mercury yang rendah.
Jikapun harus melakukan diet maka diet kalori rendah sebaiknya tidak melupakan konsumsi ikan
Satu hal yang patut dijaga adalah konsumsi ikan ini tidak terkontaminasi oleh mercury yang justru akan memberikan dampak yang buruk bagi perkembangan otak sang anak.
Untuk memastikan pengaruh konsumsi ikan selama masa kehamilan ini, tim peneliti melibatkan 341 wanita hamil dengan memberikan konsumsi ikan di tiga bulan kedua masa kehamilan.
Selain memberikan konsumsi ikan, tim juga mencatat tingkat darah untuk mengukur kemungkinan mercury yang ada.
Setelah proses persalinan, anak-anak yang mulai dewasa menjelang tiga tahun akan diberi serangan tes yang berkaitan dg vocabulary dan visual motor.
Hasilnya adalah konsumsi ikan selama kehamilan dua kali setiap pekannya akan memberikan kemampuan visual motor yang lebih baik.
Sementara tingkat mercury yang tinggi akan membuat dua kemampuan itu menjadi terkendala. Dengan kata lain, studi itu telah memberikan kesan bahwa perkembangan otak sudah dimulai sejak bayi berada dalam kandungan dan hasil yang terbaik jika konsumsi ikan itu dilakukan tanpa tercemar olah mercury.
Untuk mengkonsumsi ikan, jenis ikan juga patut dipertimbangkan, dimana ikan juga memiliki masa hidup yang lama seperti tuna, hiu, dan king mackerel sebaiknya dihindari karena kemungkinan ikan ini memiliki kandungan mercury yang tinggi.
Untuk membangun otak anak-anak yang cerdas bisa dimulai sejak sang anak dalam kandungan. Para peneliti dari Harvard Medical School of Public Health memberikan saran agar para wanita hamil mengkonsumsi ikan sebanyak-banyak terutama ikan yang mengandung omega-3 fatty acids selama hamil.
Mengkonsumsi ikan sardines merupakan salah satu yang disarankan, karena selain mengandung Omega-3 fatty acids yang tinggi, ikan sardines juga memiliki kandungan mercury yang rendah.
Jikapun harus melakukan diet maka diet kalori rendah sebaiknya tidak melupakan konsumsi ikan
Satu hal yang patut dijaga adalah konsumsi ikan ini tidak terkontaminasi oleh mercury yang justru akan memberikan dampak yang buruk bagi perkembangan otak sang anak.
Untuk memastikan pengaruh konsumsi ikan selama masa kehamilan ini, tim peneliti melibatkan 341 wanita hamil dengan memberikan konsumsi ikan di tiga bulan kedua masa kehamilan.
Selain memberikan konsumsi ikan, tim juga mencatat tingkat darah untuk mengukur kemungkinan mercury yang ada.
Setelah proses persalinan, anak-anak yang mulai dewasa menjelang tiga tahun akan diberi serangan tes yang berkaitan dg vocabulary dan visual motor.
Hasilnya adalah konsumsi ikan selama kehamilan dua kali setiap pekannya akan memberikan kemampuan visual motor yang lebih baik.
Sementara tingkat mercury yang tinggi akan membuat dua kemampuan itu menjadi terkendala. Dengan kata lain, studi itu telah memberikan kesan bahwa perkembangan otak sudah dimulai sejak bayi berada dalam kandungan dan hasil yang terbaik jika konsumsi ikan itu dilakukan tanpa tercemar olah mercury.
Untuk mengkonsumsi ikan, jenis ikan juga patut dipertimbangkan, dimana ikan juga memiliki masa hidup yang lama seperti tuna, hiu, dan king mackerel sebaiknya dihindari karena kemungkinan ikan ini memiliki kandungan mercury yang tinggi.
Keunggulan Nutrisi Ikan & Fungsinyanya bagi Kesehatan
Bakso dan Sosis Ikan Patin ›
Keunggulan Nutrisi Ikan dan Fungsinya bagi Kesehatan
April 12, 2008 in Uncategorized | No comments
http://www.poltekpangkep.ac.id/modules.php
Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung berbagai macam zat nutrisi. Sebagai salah satu sumber protein hewani, ikan mengandung asam lemak tak jenuh (omega-3, Eicosapentaenoic acid /EPA, Docosahexanoic acid /DHA), yodium, selenium, flourida, zat besi, magnesium, zink, taurin, coenzyme Q10.
Disamping itu, ikan juga mengandung kalori yang rendah. Kekerangan mempunyai kandungan zat gizi yang hampir sama dengan ikan. Sedangkan Crustacea mengandung dua kali lebih banyak kolesterol dibanding ikan dan molusca diklasifikasikan makanan yang tinggi kolesterol. Namun demikian, kandungan omega-3 dan nutrisi lainnya dalam Crustacea dan mulusca juga tinggi. Bahkan beberapa ahli nutrisi juga mengungkapkan tingginya kolesterol dalam makanan tidak selalu menjadi prediksi tingginya kolesterol dalam darah. Oleh karena itu, mengkonsumsi Crustacea dan mulusca dua kali seminggu masih memiliki efek positif yang lebih besar dibandingkan dengan efek negatifnya.
Selenium
Selenium sudah diakui sebagai unsur esensial bagi manusia dan merupakan bagian penting dari enzym yang berperan dalam membuat antioksidan. Selenium membantu mencegah kerusakan DNA yang disebabkan zat kimiawi dan radiasi. Hasil penelitian pada hewan percobaan menunjukkan kekurangan selenium menimbulkan gejala pertumbuhan lambat; dystrophy otot dan necrosis jantung, ginjal dan hati. Bagi daerah/negara yang tingkat kandungan selenium dalam tanahnya rendah seperti Australia, maka mengkonsumsi ikan menjadi faktor yang amat penting untuk mencegah kekurangan selenium.
Co-enzyme Q10
Ikan adalah salah satu sumber co-enzym Q10 yang sangat baik. Walaupun lebih dari 40 tahun yang lalu co-enzym Q10 telah dikenal berfungsi sebagai suatu antioksidan, namun baru akhir-akhir ini mendapat perhatian berkaitan dengan sumber makanannya. Konsentrasi co-enzym meningkat dibawah pengaruh tekanan seperti latihan fisik dan dalam kondisi degeneratif otak, seperti penyakit kepikunan / alzheimer. Dilaporkan juga bahwa konsentrasi co-enzym menurun pada beberapa penyakit termasuk penyakit degenerasi otot dan carcinomas hati. Walaupun co-enzyme Q10 dapat dibangun dalam tubuh, namun asupan dari makanan masih sangat diperlukan.
Taurin
Seafood banyak mengandung taurin. Asam amino ini telah diketahui berperan dalam formasi dan ekskresi garam empedu, yang dipecah menjadi kolesterol. Taurin juga berperan dalam fungsi retina dan fungsi kognitif.
Asam lemak tak jenuh
Seafood mengandung asam lemak tak jenuh omega-3, Eicosapentaenoic Acid (EPA) dan Docosahexaenoic Acid (DHA) yang sangat tinggi. Kandungan omega-3 pada ikan jauh lebih tinggi dibanding sumber protein hewani lain seperti daging sapi dan ayam. Daging babi bahkan sama sekali tidak mengandung omega-3. Tubuh manusia dapat membentuk beberapa tipe asam lemak, namun demikian asupan asam lemak essensial khususnya asam lemak tak jenuh omega-3 dan omega-6 masih diperlukan. Sumber utama omega-3 adalah seafood dan tanaman seperti kacang kedelai, kanola, biji rami. Sedangkan sumber utama omega-6 juga ditemukan dalam semua jenis seafood seperti Crustacea, mulusca, ikan dan tanaman seperti bunga matahari, jagung dan kedele. Konsumsi makanan yang berasal dari tanaman yang mengandung omega-6 menyebabkan rasio omega-3 dengan omega-6 menjadi rendah karena kandungan omega-3 pada tanaman jauh lebih rendah dibanding makanan dari ikan. Konsumsi ikan secara teratur memegang peranan penting dalam memenuhi rasio omega-3 dan omega-6. Untuk pencegahan terhadap kekurangan asam lemak esensial, ahli nutrisi menyarankan manusia harus mengkonsumsi tidak kurang dari 2,4% dari total asupan omega-6 dan 0,5-1,0% dari total asupan omega-3.
Makan ikan atau suplemen minyak ikan ?
Banyaknya manfaat omega-3 terhadap kesehatan, mendorong berbagai perusahaan makanan menerapkan strategi bisnisnya untuk menarik konsumen dengan memfortifikasi omega 3 dalam produknya. Demikian juga, dengan makin maraknya perusahaan obat-obatan yang memproduksi suplemen minyak ikan. Minyak ikan mempunyai konsentrasi kandungan omega-3 yang lebih tinggi dibanding ikan utuh, sehingga dapat dijadikan pilihan alternatif khususnya bagi orang yang bermasalah untuk makan ikan atau orang yang memerlukan asupan omega-3 dalam jumlah banyak. Sebagai contoh, untuk memperoleh efek omega 3 dalam menurunkan konsentrasi triglyceride (lemak dalam darah), mengurangi resiko denyut jantung yang tidak normal dan mengoreksi depresi diperlukan asupan omega 3 dalam jumlah tertentu. Untuk memperoleh efek tersebut diatas, sebagian orang harus makan ikan setara 2 - 3 kali dengan 100 gram per sekali makan dalam sehari atau sekitar 6-9 gram minyak ikan per hari (rata rata 100 gram ikan mengandung minyak ikan sekitar 3 gram).
Minyak ikan mempunyai pengaruh yang lebih cepat dibanding dengan makan ikan. Namun demikian, beberapa manfaat makan ikan terhadap beberapa penyakit tidak dapat diperoleh dengan mengkonsumsi minyak ikan. Bagi penderita tekanan darah tinggi misalnya, akan lebih bermanfaat makan ikan daripada minyak ikan karena penurunan tekanan darah disebabkan oleh tingginya proporsi DHA dan EPA. Ikan lebih banyak mengandung DHA dan EPA dibandingkan minyak ikan.
Beberapa nutrisi dalam ikan seperti protein dengan asam aminonya, micronutrient, co-enzym Q10 tidak ditemukan dalam minyak ikan. Ikan juga mengandung faktor anti-oksidan yang melindungi asam lemak tak jenuh dari oksidasi sebelum dan sesudah proses pencernaan, sedangkan minyak ikan tidak mengandung anti-oksidan tersebut.
Guna memperoleh asupan omega-3 berlebihan, menggunakan minyak ikan memang lebih praktis. Hanya saja, mengkonsumsi minyak ikan secara berlebihan akan mempunyai efek negatif terhadap kesehatan diantaranya adalah kecenderungan pendarahan, kecenderungan peningkatan kolesterol (tidak hanya kolesterol baik/HDL tetapi juga kolesterol jahat/LDL) khususnya untuk penderita diabetes dan penderita yang sedang menurunkan triglyceride.
Secara umum ikan tetap lebih bermanfaat dibandingkan minyak ikan, kecuali bagi orang tertentu yang mempunyai masalah makan ikan dan bagi orang yang memerlukan asupan omega-3 dalam jumlah besar. Bagi orang tersebut maka minyak ikan dapat dijadikan alternatif dalam menjaga kesehatan. Namun demikian, perlu adanya pengawasan medis yang ketat apabila minyak ikan tersebut digunakan dalam jumlah banyak.
Secara keseluruhan protein, vitamin, mineral dan asam lemak omega-3 yang dikandung dalam ikan mempunyai peran dalam kesehatan tubuh manusia baik di bagian otak, mata, jantung, paru-paru, otot, pencernaan, kulit maupun persendian.
Kandungan nutrisi ikan yang luar biasa tersebut, menyebabkan pentingnya ikan dalam diet diperluas dari diet untuk menyembuhkan penyakit menjadi diet untuk pencegahan penyakit. Jadi anda tak perlu lagi takut menyajikan dan mengkonsumsi ikan. Mengkonsumsi ikan minimal 2 - 3 kali seminggu adalah pilihan yang bijaksana, karena anda telah melakukan pencegahan terhadap beberapa penyakit. Disamping itu, efek jangka panjangnya generasi yang akan datang diharapkan akan menjadi cerdas dan sehat.
Catatan: Sumber : Warta Pasar Ikan Edisi Januari 2007
Keunggulan Nutrisi Ikan dan Fungsinya bagi Kesehatan
April 12, 2008 in Uncategorized | No comments
http://www.poltekpangkep.ac.id/modules.php
Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung berbagai macam zat nutrisi. Sebagai salah satu sumber protein hewani, ikan mengandung asam lemak tak jenuh (omega-3, Eicosapentaenoic acid /EPA, Docosahexanoic acid /DHA), yodium, selenium, flourida, zat besi, magnesium, zink, taurin, coenzyme Q10.
Disamping itu, ikan juga mengandung kalori yang rendah. Kekerangan mempunyai kandungan zat gizi yang hampir sama dengan ikan. Sedangkan Crustacea mengandung dua kali lebih banyak kolesterol dibanding ikan dan molusca diklasifikasikan makanan yang tinggi kolesterol. Namun demikian, kandungan omega-3 dan nutrisi lainnya dalam Crustacea dan mulusca juga tinggi. Bahkan beberapa ahli nutrisi juga mengungkapkan tingginya kolesterol dalam makanan tidak selalu menjadi prediksi tingginya kolesterol dalam darah. Oleh karena itu, mengkonsumsi Crustacea dan mulusca dua kali seminggu masih memiliki efek positif yang lebih besar dibandingkan dengan efek negatifnya.
Selenium
Selenium sudah diakui sebagai unsur esensial bagi manusia dan merupakan bagian penting dari enzym yang berperan dalam membuat antioksidan. Selenium membantu mencegah kerusakan DNA yang disebabkan zat kimiawi dan radiasi. Hasil penelitian pada hewan percobaan menunjukkan kekurangan selenium menimbulkan gejala pertumbuhan lambat; dystrophy otot dan necrosis jantung, ginjal dan hati. Bagi daerah/negara yang tingkat kandungan selenium dalam tanahnya rendah seperti Australia, maka mengkonsumsi ikan menjadi faktor yang amat penting untuk mencegah kekurangan selenium.
Co-enzyme Q10
Ikan adalah salah satu sumber co-enzym Q10 yang sangat baik. Walaupun lebih dari 40 tahun yang lalu co-enzym Q10 telah dikenal berfungsi sebagai suatu antioksidan, namun baru akhir-akhir ini mendapat perhatian berkaitan dengan sumber makanannya. Konsentrasi co-enzym meningkat dibawah pengaruh tekanan seperti latihan fisik dan dalam kondisi degeneratif otak, seperti penyakit kepikunan / alzheimer. Dilaporkan juga bahwa konsentrasi co-enzym menurun pada beberapa penyakit termasuk penyakit degenerasi otot dan carcinomas hati. Walaupun co-enzyme Q10 dapat dibangun dalam tubuh, namun asupan dari makanan masih sangat diperlukan.
Taurin
Seafood banyak mengandung taurin. Asam amino ini telah diketahui berperan dalam formasi dan ekskresi garam empedu, yang dipecah menjadi kolesterol. Taurin juga berperan dalam fungsi retina dan fungsi kognitif.
Asam lemak tak jenuh
Seafood mengandung asam lemak tak jenuh omega-3, Eicosapentaenoic Acid (EPA) dan Docosahexaenoic Acid (DHA) yang sangat tinggi. Kandungan omega-3 pada ikan jauh lebih tinggi dibanding sumber protein hewani lain seperti daging sapi dan ayam. Daging babi bahkan sama sekali tidak mengandung omega-3. Tubuh manusia dapat membentuk beberapa tipe asam lemak, namun demikian asupan asam lemak essensial khususnya asam lemak tak jenuh omega-3 dan omega-6 masih diperlukan. Sumber utama omega-3 adalah seafood dan tanaman seperti kacang kedelai, kanola, biji rami. Sedangkan sumber utama omega-6 juga ditemukan dalam semua jenis seafood seperti Crustacea, mulusca, ikan dan tanaman seperti bunga matahari, jagung dan kedele. Konsumsi makanan yang berasal dari tanaman yang mengandung omega-6 menyebabkan rasio omega-3 dengan omega-6 menjadi rendah karena kandungan omega-3 pada tanaman jauh lebih rendah dibanding makanan dari ikan. Konsumsi ikan secara teratur memegang peranan penting dalam memenuhi rasio omega-3 dan omega-6. Untuk pencegahan terhadap kekurangan asam lemak esensial, ahli nutrisi menyarankan manusia harus mengkonsumsi tidak kurang dari 2,4% dari total asupan omega-6 dan 0,5-1,0% dari total asupan omega-3.
Makan ikan atau suplemen minyak ikan ?
Banyaknya manfaat omega-3 terhadap kesehatan, mendorong berbagai perusahaan makanan menerapkan strategi bisnisnya untuk menarik konsumen dengan memfortifikasi omega 3 dalam produknya. Demikian juga, dengan makin maraknya perusahaan obat-obatan yang memproduksi suplemen minyak ikan. Minyak ikan mempunyai konsentrasi kandungan omega-3 yang lebih tinggi dibanding ikan utuh, sehingga dapat dijadikan pilihan alternatif khususnya bagi orang yang bermasalah untuk makan ikan atau orang yang memerlukan asupan omega-3 dalam jumlah banyak. Sebagai contoh, untuk memperoleh efek omega 3 dalam menurunkan konsentrasi triglyceride (lemak dalam darah), mengurangi resiko denyut jantung yang tidak normal dan mengoreksi depresi diperlukan asupan omega 3 dalam jumlah tertentu. Untuk memperoleh efek tersebut diatas, sebagian orang harus makan ikan setara 2 - 3 kali dengan 100 gram per sekali makan dalam sehari atau sekitar 6-9 gram minyak ikan per hari (rata rata 100 gram ikan mengandung minyak ikan sekitar 3 gram).
Minyak ikan mempunyai pengaruh yang lebih cepat dibanding dengan makan ikan. Namun demikian, beberapa manfaat makan ikan terhadap beberapa penyakit tidak dapat diperoleh dengan mengkonsumsi minyak ikan. Bagi penderita tekanan darah tinggi misalnya, akan lebih bermanfaat makan ikan daripada minyak ikan karena penurunan tekanan darah disebabkan oleh tingginya proporsi DHA dan EPA. Ikan lebih banyak mengandung DHA dan EPA dibandingkan minyak ikan.
Beberapa nutrisi dalam ikan seperti protein dengan asam aminonya, micronutrient, co-enzym Q10 tidak ditemukan dalam minyak ikan. Ikan juga mengandung faktor anti-oksidan yang melindungi asam lemak tak jenuh dari oksidasi sebelum dan sesudah proses pencernaan, sedangkan minyak ikan tidak mengandung anti-oksidan tersebut.
Guna memperoleh asupan omega-3 berlebihan, menggunakan minyak ikan memang lebih praktis. Hanya saja, mengkonsumsi minyak ikan secara berlebihan akan mempunyai efek negatif terhadap kesehatan diantaranya adalah kecenderungan pendarahan, kecenderungan peningkatan kolesterol (tidak hanya kolesterol baik/HDL tetapi juga kolesterol jahat/LDL) khususnya untuk penderita diabetes dan penderita yang sedang menurunkan triglyceride.
Secara umum ikan tetap lebih bermanfaat dibandingkan minyak ikan, kecuali bagi orang tertentu yang mempunyai masalah makan ikan dan bagi orang yang memerlukan asupan omega-3 dalam jumlah besar. Bagi orang tersebut maka minyak ikan dapat dijadikan alternatif dalam menjaga kesehatan. Namun demikian, perlu adanya pengawasan medis yang ketat apabila minyak ikan tersebut digunakan dalam jumlah banyak.
Secara keseluruhan protein, vitamin, mineral dan asam lemak omega-3 yang dikandung dalam ikan mempunyai peran dalam kesehatan tubuh manusia baik di bagian otak, mata, jantung, paru-paru, otot, pencernaan, kulit maupun persendian.
Kandungan nutrisi ikan yang luar biasa tersebut, menyebabkan pentingnya ikan dalam diet diperluas dari diet untuk menyembuhkan penyakit menjadi diet untuk pencegahan penyakit. Jadi anda tak perlu lagi takut menyajikan dan mengkonsumsi ikan. Mengkonsumsi ikan minimal 2 - 3 kali seminggu adalah pilihan yang bijaksana, karena anda telah melakukan pencegahan terhadap beberapa penyakit. Disamping itu, efek jangka panjangnya generasi yang akan datang diharapkan akan menjadi cerdas dan sehat.
Catatan: Sumber : Warta Pasar Ikan Edisi Januari 2007
Gizi Ikan Kakap & Salah Satu Resepnya
Ikan Kakap Saus Keju
(Usia 9 – 12 bulan)
Ikan kakap mengandung zat gizi omega 3 yang sangat bermanfaat untuk menunjang perkembangan otak si kecil. Rasa gurih dan lezat serta teksturnya yang lembut akan memudahkan si kecil berlatih keterampilan mengunyah dan menelan. Saus keju sebagai pelengkap menambah kelezatannya.
Bahan:
250 g ikan kakap, kupas kulitnya
120 ml air
5 cm peterseli
1 buah tomat kecil, cincang halus
100 g jamur kancing, potong tipis
3 sendok takar susu formula bubuk
Saus keju
120 ml air
25 g tepung terigu
25 g margarin
75 g keju cheddar , parut halus
1 sdt peterseli
3 sendok takar susu formula bubuk
Untuk 4 porsi
Cara membuat:
- Campur ikan kakap dalam mangkuk tahan panas dengan air, peterseli, tomat dan jamur kancing. Aduk dan panggang dalam oven selama 20 menit. Keluarkan dari oven dan tunggu sampai agak dingin, bubuhi susu formula. Aduk sampai rata.
- Saus keju: Campur cair dengan tepung terigu, aduk rata.
- Panaskan margarin, masukkan keju cheddar . Tuangi larutan tepung terigu dan peterseli, aduk rata.Angkat dan tunggu sampai agak dingin. Bubuhi susu formula dan aduk rata.
- Sajikan kakap, tuangi saus keju dan hidangkan selagi hangat dengan pure kentang.
Penata saji: Natalia Kartika
(Usia 9 – 12 bulan)
Ikan kakap mengandung zat gizi omega 3 yang sangat bermanfaat untuk menunjang perkembangan otak si kecil. Rasa gurih dan lezat serta teksturnya yang lembut akan memudahkan si kecil berlatih keterampilan mengunyah dan menelan. Saus keju sebagai pelengkap menambah kelezatannya.
Bahan:
250 g ikan kakap, kupas kulitnya
120 ml air
5 cm peterseli
1 buah tomat kecil, cincang halus
100 g jamur kancing, potong tipis
3 sendok takar susu formula bubuk
Saus keju
120 ml air
25 g tepung terigu
25 g margarin
75 g keju cheddar , parut halus
1 sdt peterseli
3 sendok takar susu formula bubuk
Untuk 4 porsi
Cara membuat:
- Campur ikan kakap dalam mangkuk tahan panas dengan air, peterseli, tomat dan jamur kancing. Aduk dan panggang dalam oven selama 20 menit. Keluarkan dari oven dan tunggu sampai agak dingin, bubuhi susu formula. Aduk sampai rata.
- Saus keju: Campur cair dengan tepung terigu, aduk rata.
- Panaskan margarin, masukkan keju cheddar . Tuangi larutan tepung terigu dan peterseli, aduk rata.Angkat dan tunggu sampai agak dingin. Bubuhi susu formula dan aduk rata.
- Sajikan kakap, tuangi saus keju dan hidangkan selagi hangat dengan pure kentang.
Penata saji: Natalia Kartika
Pentingnya Ikan Untuk Orang Dewasa & Lansia
Minggu, 3 Februari 2008
Asupan Ikan Tingkatkan Daya Ingat Lansia
LUPA menaruh kunci? Lupa nama seseorang walaupun wajahnya sangat familiar? Apabila seseorang ingin mengurangi tanda-tanda atau gejala-gejala penuaan seperti di atas, cukup dengan hanya menerima asupan ikan lebih banyak lagi dalam pola makan sehari-hari mereka.
Dan semakin banyak ikan yang kita makan semakin besar pula dampak positif yang diberikan, bagi kesehatan terutama bagi daya kerja otak kita atau daya kognitif.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kaum lanjut usia baik laki-laki ataupun perempuan yang lebih sering mengkonsumsi ikan memiliki daya ingat, konsepsi visual, keterampilan motorik, orientasi perhatian dan kemahiran berbahasa yang lebih baik.
"Sebanyak enam uji tes kognitif dilaksanakan memperlihatkan hasil yang jauh lebih baik pada mereka-mereka lansia yang mengkonsumsi lebih banyak ikan dari pada mereka-mereka yang tidak," kata Dr.A. David Smith dari Universitas Oxford, Inggris.
Selanjutnya ia juga menambahkan bahwa dampaknya akan terlihat jelas saat di mana dalam kondisi konsumsi ikan meningkat hingga melewati ambang batas sekitar 80 gram per hari.
Smith dan rekan-rekannya meneliti kemampuan kognitif yang berkaitan dengan asupan ikan dan makanan asal laut lainnya setiap harinya yang melibatkan 2.031 wanita dan pria dengan kisaran usia 70 hingga 74 tahun yang diambil dari populasi masyarakat umum di Norwegia barat.
Dari sejumlah 1.951 orang yang ikut dalam penelitian tersebut didapatkan semakin sering seseorang menerima asupan ikan dan aneka makanan asal laut yang kandungan lemaknya sedikit dalam menu makanan utama mereka sehari-hari maka mereka mampu melakukan sedikitnya enam tes koginitif dengan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan dengan mereka-mereka yang tidak.
Lansia yang mengkonsumsi roti isi ikan sedikitnya tiga kali dalam seminggu memperoleh hasil yang jauh lebih baik pada sedikitnya tiga tes kognitif, dikatakan oleh para peneliti.
Sementara para lansia yang mengkonsumsi hanya minyak ikan setiap harinya memiliki hasil tes yang jauh lebih baik sedikitnya untuk satu tes kognitif.
Para peneliti mengatakan pentingnya melakukan penelitian lanjut untuk menentukan keuntungan kognitif memang diakibatkan dari asupan ikan dari jenis tertentu.
"Selanjutnya kita juga perlu meneliti lebih lanjut komposisi kandungan yang terdapat dalam ikan-ikan tersebut," kata Smith.
"Karena kami menemukan ikan berlemak sama baiknya dengan ikan tanpa lemak jadi kemungkinan asam lemak Omega 3 lah yang memberikan manfaat bagi kemampuan kognitif. (*/cax)
< LUPA menaruh kunci? Lupa nama seseorang walaupun wajahnya sangat familiar? Apabila seseorang ingin mengurangi tanda-tanda atau gejala-gejala penuaan seperti di atas, cukup dengan hanya menerima asupan ikan lebih banyak lagi dalam pola makan sehari-hari mereka.
Dan semakin banyak ikan yang kita makan semakin besar pula dampak positif yang diberikan, bagi kesehatan terutama bagi daya kerja otak kita atau daya kognitif.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kaum lanjut usia baik laki-laki ataupun perempuan yang lebih sering mengkonsumsi ikan memiliki daya ingat, konsepsi visual, keterampilan motorik, orientasi perhatian dan kemahiran berbahasa yang lebih baik.
"Sebanyak enam uji tes kognitif dilaksanakan memperlihatkan hasil yang jauh lebih baik pada mereka-mereka lansia yang mengkonsumsi lebih banyak ikan dari pada mereka-mereka yang tidak," kata Dr.A. David Smith dari Universitas Oxford, Inggris.
Selanjutnya ia juga menambahkan bahwa dampaknya akan terlihat jelas saat di mana dalam kondisi konsumsi ikan meningkat hingga melewati ambang batas sekitar 80 gram per hari.
Smith dan rekan-rekannya meneliti kemampuan kognitif yang berkaitan dengan asupan ikan dan makanan asal laut lainnya setiap harinya yang melibatkan 2.031 wanita dan pria dengan kisaran usia 70 hingga 74 tahun yang diambil dari populasi masyarakat umum di Norwegia barat.
Dari sejumlah 1.951 orang yang ikut dalam penelitian tersebut didapatkan semakin sering seseorang menerima asupan ikan dan aneka makanan asal laut yang kandungan lemaknya sedikit dalam menu makanan utama mereka sehari-hari maka mereka mampu melakukan sedikitnya enam tes koginitif dengan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan dengan mereka-mereka yang tidak.
Lansia yang mengkonsumsi roti isi ikan sedikitnya tiga kali dalam seminggu memperoleh hasil yang jauh lebih baik pada sedikitnya tiga tes kognitif, dikatakan oleh para peneliti.
Sementara para lansia yang mengkonsumsi hanya minyak ikan setiap harinya memiliki hasil tes yang jauh lebih baik sedikitnya untuk satu tes kognitif.
Para peneliti mengatakan pentingnya melakukan penelitian lanjut untuk menentukan keuntungan kognitif memang diakibatkan dari asupan ikan dari jenis tertentu.
"Selanjutnya kita juga perlu meneliti lebih lanjut komposisi kandungan yang terdapat dalam ikan-ikan tersebut," kata Smith.
"Karena kami menemukan ikan berlemak sama baiknya dengan ikan tanpa lemak jadi kemungkinan asam lemak Omega 3 lah yang memberikan manfaat bagi kemampuan kognitif. (*/cax)
Asupan Ikan Tingkatkan Daya Ingat Lansia
LUPA menaruh kunci? Lupa nama seseorang walaupun wajahnya sangat familiar? Apabila seseorang ingin mengurangi tanda-tanda atau gejala-gejala penuaan seperti di atas, cukup dengan hanya menerima asupan ikan lebih banyak lagi dalam pola makan sehari-hari mereka.
Dan semakin banyak ikan yang kita makan semakin besar pula dampak positif yang diberikan, bagi kesehatan terutama bagi daya kerja otak kita atau daya kognitif.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kaum lanjut usia baik laki-laki ataupun perempuan yang lebih sering mengkonsumsi ikan memiliki daya ingat, konsepsi visual, keterampilan motorik, orientasi perhatian dan kemahiran berbahasa yang lebih baik.
"Sebanyak enam uji tes kognitif dilaksanakan memperlihatkan hasil yang jauh lebih baik pada mereka-mereka lansia yang mengkonsumsi lebih banyak ikan dari pada mereka-mereka yang tidak," kata Dr.A. David Smith dari Universitas Oxford, Inggris.
Selanjutnya ia juga menambahkan bahwa dampaknya akan terlihat jelas saat di mana dalam kondisi konsumsi ikan meningkat hingga melewati ambang batas sekitar 80 gram per hari.
Smith dan rekan-rekannya meneliti kemampuan kognitif yang berkaitan dengan asupan ikan dan makanan asal laut lainnya setiap harinya yang melibatkan 2.031 wanita dan pria dengan kisaran usia 70 hingga 74 tahun yang diambil dari populasi masyarakat umum di Norwegia barat.
Dari sejumlah 1.951 orang yang ikut dalam penelitian tersebut didapatkan semakin sering seseorang menerima asupan ikan dan aneka makanan asal laut yang kandungan lemaknya sedikit dalam menu makanan utama mereka sehari-hari maka mereka mampu melakukan sedikitnya enam tes koginitif dengan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan dengan mereka-mereka yang tidak.
Lansia yang mengkonsumsi roti isi ikan sedikitnya tiga kali dalam seminggu memperoleh hasil yang jauh lebih baik pada sedikitnya tiga tes kognitif, dikatakan oleh para peneliti.
Sementara para lansia yang mengkonsumsi hanya minyak ikan setiap harinya memiliki hasil tes yang jauh lebih baik sedikitnya untuk satu tes kognitif.
Para peneliti mengatakan pentingnya melakukan penelitian lanjut untuk menentukan keuntungan kognitif memang diakibatkan dari asupan ikan dari jenis tertentu.
"Selanjutnya kita juga perlu meneliti lebih lanjut komposisi kandungan yang terdapat dalam ikan-ikan tersebut," kata Smith.
"Karena kami menemukan ikan berlemak sama baiknya dengan ikan tanpa lemak jadi kemungkinan asam lemak Omega 3 lah yang memberikan manfaat bagi kemampuan kognitif. (*/cax)
< LUPA menaruh kunci? Lupa nama seseorang walaupun wajahnya sangat familiar? Apabila seseorang ingin mengurangi tanda-tanda atau gejala-gejala penuaan seperti di atas, cukup dengan hanya menerima asupan ikan lebih banyak lagi dalam pola makan sehari-hari mereka.
Dan semakin banyak ikan yang kita makan semakin besar pula dampak positif yang diberikan, bagi kesehatan terutama bagi daya kerja otak kita atau daya kognitif.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kaum lanjut usia baik laki-laki ataupun perempuan yang lebih sering mengkonsumsi ikan memiliki daya ingat, konsepsi visual, keterampilan motorik, orientasi perhatian dan kemahiran berbahasa yang lebih baik.
"Sebanyak enam uji tes kognitif dilaksanakan memperlihatkan hasil yang jauh lebih baik pada mereka-mereka lansia yang mengkonsumsi lebih banyak ikan dari pada mereka-mereka yang tidak," kata Dr.A. David Smith dari Universitas Oxford, Inggris.
Selanjutnya ia juga menambahkan bahwa dampaknya akan terlihat jelas saat di mana dalam kondisi konsumsi ikan meningkat hingga melewati ambang batas sekitar 80 gram per hari.
Smith dan rekan-rekannya meneliti kemampuan kognitif yang berkaitan dengan asupan ikan dan makanan asal laut lainnya setiap harinya yang melibatkan 2.031 wanita dan pria dengan kisaran usia 70 hingga 74 tahun yang diambil dari populasi masyarakat umum di Norwegia barat.
Dari sejumlah 1.951 orang yang ikut dalam penelitian tersebut didapatkan semakin sering seseorang menerima asupan ikan dan aneka makanan asal laut yang kandungan lemaknya sedikit dalam menu makanan utama mereka sehari-hari maka mereka mampu melakukan sedikitnya enam tes koginitif dengan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan dengan mereka-mereka yang tidak.
Lansia yang mengkonsumsi roti isi ikan sedikitnya tiga kali dalam seminggu memperoleh hasil yang jauh lebih baik pada sedikitnya tiga tes kognitif, dikatakan oleh para peneliti.
Sementara para lansia yang mengkonsumsi hanya minyak ikan setiap harinya memiliki hasil tes yang jauh lebih baik sedikitnya untuk satu tes kognitif.
Para peneliti mengatakan pentingnya melakukan penelitian lanjut untuk menentukan keuntungan kognitif memang diakibatkan dari asupan ikan dari jenis tertentu.
"Selanjutnya kita juga perlu meneliti lebih lanjut komposisi kandungan yang terdapat dalam ikan-ikan tersebut," kata Smith.
"Karena kami menemukan ikan berlemak sama baiknya dengan ikan tanpa lemak jadi kemungkinan asam lemak Omega 3 lah yang memberikan manfaat bagi kemampuan kognitif. (*/cax)
TERI
Teri: Kecil Bentuknya, Besar Kandungan Kalsiumnya
Ikan teri (Stokphorus Spp) merupakan salah satu ikan favorit karena mulai dari kepala, daging sampai tulangnya dapat langsung dikonsumsi. Ikan teri sejak lama dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai lauk makan sehari-hari karena mudah diperoleh dan dapat dimasak untuk berbagai menu.
Ciri-ciri ikan teri adalah badan silindris, bagian perut membulat, kepala pendek, moncong nampak jelas dan runcing, anal sirip dubur sedikit dibelakang dan warna tubuh pucat. Jenis-jenis teri yang banyak di Indonesia adalah teri nasi (Stokphorus commrsouli), teri japuh (Dussumieria accuta) dan teri jengki / kadrak (Stokphorus Insularis). Pemasaran Teri Saat ini, permintaaan ikan teri mengalami peningkatan yang cukup tinggi, baik untuk ekspor maupun konsumsi dalam negeri.
Ikan teri dari Indonesia telah banyak diekspor ke beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, China dan Jepang. Volume ekspor ikan teri Indonesia tiap tahun mengalami peningkatan, yaitu pada tahun 2001 mencapai 1.980 ton dengan nilai 7.930.000 US$, meningkat menjadi 1.999 ton pada tahun 2002 dengan nilai11.890.000 US$. Pada tahun 2005, volume ekspor ikan teri meningkat tajam menjadi 2.443 ton dengan nilai 16.287.284 US$ dan tahun 2006 meningkat sebesar 5 % menjadi 2.579 ton dengan nilai 16.437.255 US$. Untuk konsumsi dalam negeri, ikan teri banyak dipasarkan ke hampir seluruh kota di Indonesia.
Sementara itu, produksi ikan teri dalam negeri mulai dari tahun 2000 sampai tahun 2005 bervariasi yaitu tahun 2000 mencapai 173.944 ton; tahun 2001, 190.182 ton; tahun 2002, 168.959 ton; tahun 2003, 161.141 ton; tahun 2004, 154.811 ton dan tahun 2005 mencapai 151.926 ton. Ikan teri mempunyai daerah penyebaran yang luas di daerah Indo-Pasifik bahkan sampai ke daerah Tahiti dan Madagaskar.
Daerah penyebaran ikan teri di Indonesia antara 950BT - 1400BT dan 100LU - 100LS, dengan kata lain mencakup hampir seluruh wilayah Indonesia. Teri Sumber Kalsium Salah satu keistimewaan ikan teri dibandingkan dengan ikan lainnya adalah bentuk tubuhnya yang kecil sehingga mudah dan praktis dikonsumsi oleh semua umur. Ikan teri merupakan salahsatu sumber kalsium terbaik untuk mencegah pengeroposan tulang. Ikan teri merupakan sumber kalsium yang tahan dan tidak mudah larut dalam air. Kandungan gizi teri segar meliputi energi 77 kkal; protein l6gr; lemak 1.0 gr; kalsium 500 mg; phosfor 500 mg; besi 1.0 mg; Vit A RE 47; dan Vit B 0.1 mg.
Pengolahan Ikan Teri Ikan teri sangat mudah rusak sehingga perlu cara untuk mempertahankan agar tetap awet tanpa menghilangkan rasa, salah satu caranya adalah dengan pengasinan. Proses pengasinan teri dimulai dengan pemilihan ikan teri yang akan diolah. Setelah pemilihan selesai, ikan teri dicuci dengan air dingin untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang tercampur dengan ikan. Pencucian ulang dilakukan dengan menggunakan air bersih untuk menghilangkan air laut atau menurunkan kadar garam dalam ikan. Setelah pencucian, proses selanjutnya adalah perebusan dengan tujuan agar ikan menjadi matang. Pada proses perebusan digunakan garam dengan kadar 5% sampai 6%. Sebelum perebusan, air terlebih dahulu dididihkan setelah ditambahkan garam. Setelah air mendidih, ikan teri kemudian dimasukkan ke dalam rebusan air dan suhu perebusan sekitar 100°C sampai 103°C dan dibiarkan kurang lebih 5-7 menit. Selama dalam air rebusan, dilakukan pengadukan untuk meratakan panas dan menghilangkan busa pada keranjang perebusan.
Kemudian, ikan teri yang sudah matang yang ditandai dengan warnanya yang putih dan mengambang dipermukaan air diangkat dan ditiriskan. Dengan menggunakan alat bantu, ikan teri tersebut diratakan dan diletakkan di atas lembaran kayu untuk dikeringkan. Sentra Industri Pengolah Ikan Teri Sentra industri pengolahan ikan teri berlokasi di wilayah pesisir diantaranya Tuban Jawa Timur, Berau Kalimantan Timur, dan Tegal Jawa Tengah, Cirebon Jawa Barat, Lampung dan Medan Sumatera Utara.
Ikan teri dari nelayan biasanya ditangkap dengan menggunakan alat tangkap payang, dogol, pukat cincin, jaring insang tetap, jaring tiga lapis, bagan tancap dan perangkap lainnya. Di Tuban, ikan teri telah menjadi komoditas ekspor ke Jepang dengan kapasitas produksi mencapai 130 ton per tahun.
Di Kabupaten Berau Kalimantan Timur, ikan teri telah dipasarkan ke Surabaya dengan kapasitas pengiriman 6 ton per minggu. Ikan teri diperoleh dari Pulau Derawan yang dibeli dari nelayan dengan harga berdasar pada kualitas dan ukuran. Sementara itu, nelayan di pantai utara Jawa Tengah menangkap ikan teri pada musim kemarau dengan jumlah tangkapan sekitar 20-30 kg per hari.
Di Lampung, ikan teri nasi basah dipasarkan untuk wilayah lokal Lampung, teri jengki rebus dan asin di pasarkan ke Jakarta, sedangkan teri nasi keri ke Jakarta dan diekspor sekitar 10% ke Taiwan dan Timur Tengah.
Sementara itu, produksi ikan teri di Lampung rata-rata sekitar 3.500 ton / tahun yang dipasarkan ke Jakarta, Bandung, Surabaya, Pekanbaru, Lampung, Aceh serta diekspor ke Malaysia, Singapura dan Thailand.
Sumber : Warta Pasar Ikan
Ikan teri (Stokphorus Spp) merupakan salah satu ikan favorit karena mulai dari kepala, daging sampai tulangnya dapat langsung dikonsumsi. Ikan teri sejak lama dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai lauk makan sehari-hari karena mudah diperoleh dan dapat dimasak untuk berbagai menu.
Ciri-ciri ikan teri adalah badan silindris, bagian perut membulat, kepala pendek, moncong nampak jelas dan runcing, anal sirip dubur sedikit dibelakang dan warna tubuh pucat. Jenis-jenis teri yang banyak di Indonesia adalah teri nasi (Stokphorus commrsouli), teri japuh (Dussumieria accuta) dan teri jengki / kadrak (Stokphorus Insularis). Pemasaran Teri Saat ini, permintaaan ikan teri mengalami peningkatan yang cukup tinggi, baik untuk ekspor maupun konsumsi dalam negeri.
Ikan teri dari Indonesia telah banyak diekspor ke beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, China dan Jepang. Volume ekspor ikan teri Indonesia tiap tahun mengalami peningkatan, yaitu pada tahun 2001 mencapai 1.980 ton dengan nilai 7.930.000 US$, meningkat menjadi 1.999 ton pada tahun 2002 dengan nilai11.890.000 US$. Pada tahun 2005, volume ekspor ikan teri meningkat tajam menjadi 2.443 ton dengan nilai 16.287.284 US$ dan tahun 2006 meningkat sebesar 5 % menjadi 2.579 ton dengan nilai 16.437.255 US$. Untuk konsumsi dalam negeri, ikan teri banyak dipasarkan ke hampir seluruh kota di Indonesia.
Sementara itu, produksi ikan teri dalam negeri mulai dari tahun 2000 sampai tahun 2005 bervariasi yaitu tahun 2000 mencapai 173.944 ton; tahun 2001, 190.182 ton; tahun 2002, 168.959 ton; tahun 2003, 161.141 ton; tahun 2004, 154.811 ton dan tahun 2005 mencapai 151.926 ton. Ikan teri mempunyai daerah penyebaran yang luas di daerah Indo-Pasifik bahkan sampai ke daerah Tahiti dan Madagaskar.
Daerah penyebaran ikan teri di Indonesia antara 950BT - 1400BT dan 100LU - 100LS, dengan kata lain mencakup hampir seluruh wilayah Indonesia. Teri Sumber Kalsium Salah satu keistimewaan ikan teri dibandingkan dengan ikan lainnya adalah bentuk tubuhnya yang kecil sehingga mudah dan praktis dikonsumsi oleh semua umur. Ikan teri merupakan salahsatu sumber kalsium terbaik untuk mencegah pengeroposan tulang. Ikan teri merupakan sumber kalsium yang tahan dan tidak mudah larut dalam air. Kandungan gizi teri segar meliputi energi 77 kkal; protein l6gr; lemak 1.0 gr; kalsium 500 mg; phosfor 500 mg; besi 1.0 mg; Vit A RE 47; dan Vit B 0.1 mg.
Pengolahan Ikan Teri Ikan teri sangat mudah rusak sehingga perlu cara untuk mempertahankan agar tetap awet tanpa menghilangkan rasa, salah satu caranya adalah dengan pengasinan. Proses pengasinan teri dimulai dengan pemilihan ikan teri yang akan diolah. Setelah pemilihan selesai, ikan teri dicuci dengan air dingin untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang tercampur dengan ikan. Pencucian ulang dilakukan dengan menggunakan air bersih untuk menghilangkan air laut atau menurunkan kadar garam dalam ikan. Setelah pencucian, proses selanjutnya adalah perebusan dengan tujuan agar ikan menjadi matang. Pada proses perebusan digunakan garam dengan kadar 5% sampai 6%. Sebelum perebusan, air terlebih dahulu dididihkan setelah ditambahkan garam. Setelah air mendidih, ikan teri kemudian dimasukkan ke dalam rebusan air dan suhu perebusan sekitar 100°C sampai 103°C dan dibiarkan kurang lebih 5-7 menit. Selama dalam air rebusan, dilakukan pengadukan untuk meratakan panas dan menghilangkan busa pada keranjang perebusan.
Kemudian, ikan teri yang sudah matang yang ditandai dengan warnanya yang putih dan mengambang dipermukaan air diangkat dan ditiriskan. Dengan menggunakan alat bantu, ikan teri tersebut diratakan dan diletakkan di atas lembaran kayu untuk dikeringkan. Sentra Industri Pengolah Ikan Teri Sentra industri pengolahan ikan teri berlokasi di wilayah pesisir diantaranya Tuban Jawa Timur, Berau Kalimantan Timur, dan Tegal Jawa Tengah, Cirebon Jawa Barat, Lampung dan Medan Sumatera Utara.
Ikan teri dari nelayan biasanya ditangkap dengan menggunakan alat tangkap payang, dogol, pukat cincin, jaring insang tetap, jaring tiga lapis, bagan tancap dan perangkap lainnya. Di Tuban, ikan teri telah menjadi komoditas ekspor ke Jepang dengan kapasitas produksi mencapai 130 ton per tahun.
Di Kabupaten Berau Kalimantan Timur, ikan teri telah dipasarkan ke Surabaya dengan kapasitas pengiriman 6 ton per minggu. Ikan teri diperoleh dari Pulau Derawan yang dibeli dari nelayan dengan harga berdasar pada kualitas dan ukuran. Sementara itu, nelayan di pantai utara Jawa Tengah menangkap ikan teri pada musim kemarau dengan jumlah tangkapan sekitar 20-30 kg per hari.
Di Lampung, ikan teri nasi basah dipasarkan untuk wilayah lokal Lampung, teri jengki rebus dan asin di pasarkan ke Jakarta, sedangkan teri nasi keri ke Jakarta dan diekspor sekitar 10% ke Taiwan dan Timur Tengah.
Sementara itu, produksi ikan teri di Lampung rata-rata sekitar 3.500 ton / tahun yang dipasarkan ke Jakarta, Bandung, Surabaya, Pekanbaru, Lampung, Aceh serta diekspor ke Malaysia, Singapura dan Thailand.
Sumber : Warta Pasar Ikan
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)